Jaisyul Islam : Penjelasan Bagi Manusia

بسم الله الرحمن الرحيم


Dengan nama Alloh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

“PENJELASAN BAGI MANUSIA”

Segala puji bagi Alloh Dzat Yang Maha Besar dan Maha Tinggi. Sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad Al Ummy yang menyukai peperangan. Amma Ba’du.
Alloh Ta’ala berfirman dalam surat Asy Syuro ayat 39 – 43 :

“Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan dzolim mereka membela diri. Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Alloh. Sesungguhnya Dia tidak menytukai orang-orang yang dzolim. Dan sesungguhnya orang-orang yang membla diri sesudah teraniaya, tidak ada dosa apapun atas mereka. Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuiat dzolim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat adzab yang pedih. Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang di utamakan”.

“INILAH URUTAN KEJADIAN ANTARA HAMAS DAN JAISYUL ISLAM”

Pertama :
Keberhasilan peledakan mobil yang menyebabkan ketakutan pada jiwa dari keinginan untuk membentuk sebuah kekuatan. Dan dalam hal ini kami tidak berada dipihak Fatah ataupun yang lainnya. Karena sikap kami terhadap sekulerisme telas jelas yaitu dengan sikap berlepas diri secara keseluruhan, permusuhan dan kebencian dari segala simbol-simbolnya.

Kedua :
Jaisyul Islam mengumumkan sikap baro’ah (pelepasan diri) dari segala tuduhan kejadian peledakan sebagaimana berlepasdirinya Ummul Mukminin Aisyah Rodliyallohu ‘anha dari tuduhan kaum Rofidloh. Sebelumnya kami telah memeperingatkan tentang rencana kaum syi’ah pengikut zionis untuk mengobarkan api peperangan di antara kaum muslimin.
Lalu kenapa ada sebagian kelompok yang menganggap bahwa zionis tidak berada dibalik kejadian ini dan bahkan menuduh kepada sebuah kelompok saja?. Kami bukanlah kelompok tertuduhyang kemudian membela diri, akan tetapi kami datang dengan membawa bukti, penjelasan dan keternagan yang jelas serta tidak mencampur adukkan perkara-perkara antara yang kecil dan besar. Akan tetapi kami memberanikan diri untuk menghadapi setiap permasalahan dengan segala akibatnya. Di dalam kitab As Shohihain, ada sebuah hadits dari Ibnu Abbas Rodliyallohu ‘anhu bahwa Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Jika diberikan kepada orang-orang menurut tuntutan mereka (kalau tiap gugatan diterima begitu saja) pasti ada orang-orang yang menuntut harta benda sesuatu kaum serta darah mereka. akan tetapi haruslah ada keterangan (bukti-bukti dan saksi) bagi yang menuntut dan sumpah bagi yang mengingkari”.

Dan dari Baihaqi dengan sanad hasan yang terdapat dalam kitab Arba’in An Nawawi :
“Haruslah ada keterangan (bukti-bukti dan saksi) bagi yang menuntut dan sumpah bagi yang mengingkari”.

Ketiga :
Mempertimbangkan segala tuduhan yang kami hadapi tanpa sumber yang jelas dari sejak awal yang kami menjadikannya sesuatu yang meragukan dan menganggapnya sesuatu yang telah lewat. Karena menjaga dari mencoreng manhaj Salaf dan pengikutnya dengan alasan karena mengambil hukum dari penguasa sehingga menimbulkan propaganda-propaganda yang memang mereka inginkan untuk bisa memerangi Jaisyul islam.

Keempat :
Tidak adanya ikatan dan hubungan antara Jaisyul Islam dengan Fatah dalam segala hal. Jaisyul Islam memberikan pembelaan bukan karena adanya ikatan keluarga atau kelompok, akan tetapi Jaisyul Islam beramal hanya untuk membela kehormatan para mujahidin (baik yang masih hidup mupun yang sudah meninggal). Maka dengan ini kami menyanyangkan perbuatan suatu kelompok yang melanggar batasan-batasan dan kesucian Islam yang telah di ketahui oleh orang yang berakal.

Kelima :
Kami tidak berada di pihak penyerang, akan tetapi yang harus diketahui bagi setiap orang yang telah diperdaya oleh hawa nafsunya bahwa kami bukanlah seperti sebuah suapan untuk dikunyah yang kemudian ditelan. Dan kami tidak akan mengkritik kepada orang yang telah menjual jiwanya kepada Alloh.

Keenam :
Kami masih mengecam perselisihan yang terjadi antara dua kelompok (Salafi dan Ikhwan), tanpa adanya pihak yang berusaha memisahkan. Dan di sini kami berusaha untuk menggabungkan dari semua peristiwa. Akan tetapi kami juga bertanya-tanya : “Mengapa Jaisyul Islam saja yang berusaha untuk menyelesaikan permasalahan?”, sehubungan dengan ini maka gugurlah beberapa orang sebagai syuhada sampai dengan penangkapan beberapa orang dari mujahidin.
Lalu kenapa perselisihan yang terjadi antara “Pemerintahan Dzoffah” dan “Pemerintahan Gaza” seputar jamaah-jamaah jihad memaksa keduanya untuk bermusuhan?

Ketujuh :
Kami menasehati Hamas beserta seluruh jajarannya dengan firman Alloh Ta’ala :

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatru musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.
(QS. Hujurot : 6).


Maka kami katakan :
“Telitilah dan berhati-hatilah dalam menetapkan sesuatu agar kalian tidak menyesal atas perbuatan kalian dan ketahuilah bahwa kedzoliman adalah kegelapan pada hari kiamat. Janganlah kalian diperturutkan oleh hawa nafsu dan ketamakan kalian untuk memerangi Islam dan pemeluknya”. Maka dengan ini kami menasehatkan kepada para hamba yang telah lalai agar kembali dan bertaubat kepada Robb-nya, selama pintu taubat masih terbuka. Dan agar manusia mengetahui bahwa tajassus (memata-matai) kaum muslimin, mengintai mujahidin untuk kemudian ditangkap dan disiksa (agar mereka mengakui/ menceritakan pimpinan beserta anggotanya yang selalu bekerja dalam kerahasiaan), maka perbuatan tersebut adalah haram dalam Islam dan bahkan termasuk dosa besar yang bisa mengakibatkan pelakunya jatuh dalam kekafiran yang besar dan mengeluarkannya dari Islam (jika menganggap perbuatan tersebut adalah halal). Begitu juga memerangi kaum muslimin dan melecehkan kehormatan mereka serta merampas harta mereka atau mengaitkan mereka dengan mujahidin dalam hal-hal yang berkaitan dengan persenjataan dan persiapannya, maka ini adalah suatu dosa besar.
Dan siapa saja yang menghalalkan perbuatan tersebut, maka dia telah kafir berdasarkan ketetapan ulama Islam.
“Menganggap halal suatu perbuatan haram yang telah jelas keharamannya maka pelakunya telah kafir berdasarkan kesepakatan umat”.
( Ibnu Taimiyah dalam kitabnya As Shorimul Maslul : 522).

Kedelapan :
Pengakuan-pengakuan yang ditujukan kepada Jaisyul Islam tanpa adanya bukti yang mengarah kepada tuduhan sehingga tersingkaplah nama, keterangan dan keputusan-keputusan yang tidak dapat kami sebutkan, sumber-sumber dana dan senjata, serta penangkapan terhadap para mujahidin yang sampai sekarang masih berada dalam penjara. Oleh karena secara tidak langsung kami telah dihadapkan pada tuduhan tersebut.
Maka kami katakan :
“Takutlah kalian kepada Alloh terhadap perlakuan kalian terhadap mujahidin !! Janganlah kalian menjadi penolong bagi orang-orang yahudi”.

Kesembilan :
Apa yang akan dikatakan Hamas kepada Alloh dan kaum muslimin ketika tidak ada bukti dan keterangan bahwa pelaku tersebut tidak mempunyai ikatan/ hubungan dengan Jaisyul Islam?
Pembelaan !!
Kami tidak membutuhkan pembelaan, akan tetapi yang kami inginkan adalah penerapan syariat islam terhadap kami sebelum yang lainnya. Kamilah yang pertama kali berkorban yntuk meninggikan bendera islam, baik secara hukum maupun penerapannya.

Kesepuluh :
Barangsiapa yang mengerjakannya maka baginya dosa. Dan basalan terhadap perbuatan dosa tersebut adalah sebagaimana disebutkan para ulama ushul, bahwa kami tidak akan menghalangi kalian dari mendapat hak kalian, akan tetapi kaum muslimin juga mempunyai hak juga. Alloh Ta’ala berfirman :

“Dan Kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada qishosnya. Barangsiapa melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Alloh, maka mereka itu adalah orang-orang yang dzolim”.
(QS. Al Maidah 45).


Maka janganlah mendzolimi dan melampaui batas terhadap hamba-hamba Alloh wahai kalian yang telah diperbudak oleh manusia? Barangsiapa menginginkan keamanan dan ketenangan, maka hendaklah menempuh jalan kebenaran dan memenuhi seruan Robb-nya : “Orang-orang yang beriman dan mereka tidak mencampurkan keimanan mereka dengan kedzoliman maka bagi mereka keamanan dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. Dan juga hendaklah melihat penjelasan Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang maksud kedzoliman dalam ayat tersebut dan mengaitkannya dengan firman Alloh : “Sesungguhnya kesyirikan adalah kedzoliman yang besar”. Maka sudah waktunya untuk merasakan keamanan dan perlindungan.
Dan akhir dari ajakan kami hendaknya memuji Alloh Robb semesta alam.

Departemen Informasi Jaisyul Islam
Bumi Ribath
Selasa, 26 Rojab 1429 H / 29 Juli 2008 M

Sumber : Markaz Media Sada al-Jihad
Front Media Islam Global
(Pengawas Informasi Mujahidin dan Pengobar Semangat kaum Mukminin )

(ahsan/altawbah)

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: